Warning: ini_set() has been disabled for security reasons in /home/pkk/public_html/wp-content/plugins/download-manager/download-manager.php on line 45
Desa Wiyata TOGA | PKK Kabupaten Ngawi

Tanaman Obat Keluarga (TOGA)

KUNJUNGAN KETUA TP PKK KAB. KEBUN BIBIT DESAWilayah Desa Ngrayudan merupakan desa yang berada pada dataran tinggi di lereng Gunung Lawu bagian timur, dengan suhu udara yang sejuk. Jarak perjalanan kurang lebih 45 menit dari kota ngawi. Memasuki desa ini kita akan melihat pemandangan yang cukup indah dengan hamparan rumput yang tumbuh menghijau. Ini belum cukup sampai disitu, mata kita masih dapat melihat berbagai macam tanaman hias serta toga yang sengaja ditanam dipekarangan penduduk. Dengan kesuburan tanahnya, sehingga sangat mudah untuk mengembangkan tanaman-tanaman produksi atau lainnya yang cocok tumbuh di daerah dingin. Salah satunya yang dilakukan oleh masyarakat Desa Ngrayudan adalah pengelolaan tanaman obat-obatan (TOGA). Toga ini di kembangkan di pekarangan rumah sebagian besar masyarakat Desa Ngrayudan. Dengan adanya TOGA ini manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat untuk pengobatan secara cepat dan sederhana. Beberapa jenis tanaman obat yang dikembangkan diantaranya adalah kunir, jahe, kunci, temulawak, temugiring, temu ireng, dan lain-lain.

Desa Wiyata TOGA (Wilayah Budidaya dan Wisata TOGA) Ngrayudan

Pelatihan budidaya dan pemanfaatan TOGA

Melihat potensi yang ada di Desa Ngrayudan yaitu lokasinya yang ada di lereng pegunungan serta tanahnya yang subur maka Tim Penggerak PKK Desa Ngrayudan menjadikan pemanfaatan pekarangan untuk budidaya TOGA sebagai salah satu program prioritasnya. Upaya Tim Penggerak PKK Desa Ngrayudan ini didukung dengan adanya program pelatihan budidaya dan pemanfaatan TOGA yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi bersama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan serta bekerjasama dengan produsen jamu tradisional bu bangi yang diikuti oleh 217 Tim Penggerak PKK terdiri dari 213 Desa dan 4 Kelurahan. Pelatihan tersebut dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2011 bertempat di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi.

  • Selain diberikan pelatihan, semua Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Desa di Kabupaten Ngawi diberikan buku panduan TOGA sebagai rujukan dalam aplikasi budidaya toga di wilayah masing-masing sesuai dengan kondisi dan potensi wilayahnya.
  • Sebagai tindak lanjut pelatihan tersebut Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi menetapkan 57 Desa Unggulan sesuai dengan program Desa Unggulan di Kabupaten Ngawi sebagai percontohan pengembangan budidaya TOGA bagi Desa yang lain, salah satunya adalah Desa Ngrayudan. Dari 57 Desa Unggulan tersebut Desa Ngrayudan mendapat kepercayaan dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi sebagai Desa Model Desa Wiyata TOGA (Wilayah Budidaya dan Wisata TOGA).

  • Desa Ngrayudan sebagai Desa yang dikembangkan menjadi Desa Model pengembangan TOGA di Kabupaten Ngawi selain mengikuti pelatihan bersama di Pendopo juga diberikan pelatihan khusus oleh SKPD terkait dan produsen jamu tradisional Bu Bangi yang dilaksanakan di Desa Ngrayudan. Pelatihan tersebut dilaksanakan secara berkala selama 5 bulan mulai bulan Juli sampai dengan Desember 2011. Disamping itu dari SKPD juga memberikan bantuan bibit TOGA baik untuk ditanam di taman TOGA maupun ditanam di pekarangan rumah masyarakat.
Denah

Denah Kebun TOGA POKJA III PKK Ds. Ngrayudan Kec. Jogorogo Kab. Ngawi

 

Pelatihan budidaya dan pemanfaatan TOGA Desa Ngrayudan

  • Desa Ngrayudan dikembangkan sebagai Desa Wiyata TOGA (Wilayah Budidaya dan Wisata TOGA) dimana nantinya Desa Ngrayudan akan menjadi rujukan untuk mempelajari pengembangan budidaya dan pemanfaatan TOGA serta tujuan wisata TOGA dimana disediakan lahan kebun percontohan toga yang representatif dilengkapi dengan tempat-tepat untuk menikmati produk olahan toga berupa minuman, makanan, jamu dan lain-lain.
  • Dalam manajemen pengembangan TOGA di Desa Ngrayudan, Tim Penggerak PKK Desa Ngrayudan membentuk Tim Pokjanal TOGA Desa Ngrayudan beranggotakan pengurus Tim Penggerak PKK Desa Ngrayudan, Kader PKK dan masyarakat desa Ngrayudan yang terbagi menjadi :

a.Kelompok pembibitan TOGA “NGUDI WALUYO”

Kelompok pembibitan TOGA “NGUDI WALUYO” bertugas mengelola green house dan kebun TOGA untuk memenuhi kebutuhan bibit TOGA Desa Ngrayudan. Dalam melaksanakan kegiatannya pembibitan TOGA “NGUDI WALUYO” dibina oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan serta PPL Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan.

b.Kelompok budidaya TOGA “NGUDI RAHAYU”

Kelompok budidaya TOGA “NGUDI RAHAYU” bertanggung jawab dalam pengelolaan kebun TOGA serta lokasi-lokasi budidaya TOGA di Desa Ngrayudan, selain itu juga bertugas memberikan bimbingan kepada masyarakat dalam pemanfaatan pekarangannya untuk menanam TOGA. Dalam melaksanakan kegiatannya pembibitan TOGA “NGUDI RAHAYU” dibina oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura serta PPL Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan.

c.Kelompok pemanfaatan TOGA “NGUDI TENTREM”

TOGA hasil budidaya dari kebun TOGA maupun pekarangan masyarakat selanjutnya diolah oleh Kelompok pemanfaatan TOGA “NGUDI TENTREM” menjadi jamu baik dalam bentuk minuman maupun serbuk yang selanjutnya akan dipasarkan melalui Klinik TOGA “NGUDI WARAS”. Dalam pengolahan TOGA tersebut Kelompok pemanfaatan TOGA “NGUDI TENTREM” mendapatkan bimbingan dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Jogorogo dan produsen jamu tradisional Bu Bangi.

d.Kelompok Sekolah TOGA “NGUDI NGELMU”

Sekolah TOGA “NGUDI NGELMU” bertujuan untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang budidaya dan pemanfaatan TOGA khususnya di Kabupaten Ngawi. Sekolah TOGA “NGUDI NGELMU” diasuh oleh Bu Bangi dan Kader PKK Desa Ngrayudan.

e.Kelompok Klinik TOGA “NGUDI WARAS”

Klinik TOGA “NGUDI WARAS” bertujuan membantu masyarakat untuk memanfaatkan TOGA dalam kehidupan sehari-hari dengan memberikan informasi cara pengolahan TOGA menjadi jamu dan menyediakan jamu untuk langsung dikonsumsi oleh masyarakat. Dalam pengolahan TOGA tersebut Kelompok pemanfaatan TOGA “NGUDI WARAS” mendapatkan bimbingan dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Jogorogo dan produsen jamu tradisional Bu Bangi.

  • Disamping dibentuk Tim Pokjanal TOGA, di Desa Ngrayudan juga dibentuk kelompok-kelompok budidaya TOGA sampai ke tingkat dasawisma. Dalam kelompok tersebut dilakukan pendataan toga yang dimiliki tiap-tiap rumah dan pemanfaatan hasilnya.
  • Tim Penggerak PKK Desa Ngrayudan melakukan inovasi dengan menyelenggarakan sekolah TOGA “NGUDI NGELMU” untuk masyarakat secara umum, dimana disitu diajarkan bagaimana membudidayakan toga dengan baik, manfaat TOGA dan cara pengolahannya. Sekolah TOGA “NGUDI NGELMU” ini diasuh oleh Bu Bangi dan Kader PKK Desa Ngrayudan bekerjasama dengan Puskesmas dan PPL dari Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan. Materi yang diberikan di Sekolah TOGA “NGUDI NGELMU” sudah direncanakan dengan baik dan disusun dalam kurikulum Sekolah TOGA “NGUDI NGELMU”.
Sekolah TOGA  Desa Ngrayudan

Sekolah TOGA Desa Ngrayudan

  • Pengembangan TOGA di Desa Ngrayudan juga didukung dengan adanya kerjasama antara Tim Penggerak PKK Kecamatan Jogorogo dengan produsen jamu tradisional Bu Bangi melalui MoU Nomor : 72/PKK.JOGOROGO/2011 dimana dari produsen jamu akan memberikan pelatihan tentang pengolahan TOGA kepada Kader PKK Desa Ngrayudan sedangkan hasil budidaya TOGA dari Desa Ngrayudan baik berupa bahan mentah maupun setengah jadi akan dijual kepada produsen jamu.
  • Tim Penggerak PKK Desa Ngrayudan menyediakan Klinik Toga “NGUDI WARAS” yang bertempat di samping Gedung PKK. Lokasi Klinik Toga “NGUDI WARAS” ini cukup strategis karena dekat dengan lokasi aktifitas masyarakat yaitu di dekat pasar desa. Klinik “NGUDI WARAS” ini dikelola oleh Kader PKK Desa Ngrayudan yang sudah diberikan pelatihan oleh Bu Bangi dan dibina oleh Puskesmas Jogorogo. Di Klinik TOGA “NGUDI WARAS” ini masyarakat dapat menanyakan jenis TOGA yang dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit yang diderita oleh anggota keluarganya serta cara pengolahannya. Selain itu di Klinik TOGA “NGUDI WARAS” juga disedikan jamu yang sudah diolah dalam bentuk serbuk.

    Penandatanganan MoU

    Penandatanganan MoU

  • Tim Penggerak PKK Desa Ngrayudan menyediakan Klinik Toga “NGUDI WARAS” yang bertempat di samping Gedung PKK. Lokasi Klinik Toga “NGUDI WARAS” ini cukup strategis karena dekat dengan lokasi aktifitas masyarakat yaitu di dekat pasar desa. Klinik “NGUDI WARAS” ini dikelola oleh Kader PKK Desa Ngrayudan yang sudah diberikan pelatihan oleh Bu Bangi dan dibina oleh Puskesmas Jogorogo. Di Klinik TOGA “NGUDI WARAS” ini masyarakat dapat menanyakan jenis TOGA yang dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit yang diderita oleh anggota keluarganya serta cara pengolahannya. Selain itu di Klinik TOGA “NGUDI WARAS” juga disedikan jamu yang sudah diolah dalam bentuk serbuk.
    Klinik TOGA  Desa Ngrayudan

    Klinik TOGA Desa Ngrayudan

     

  • Disamping Klinik TOGA di Desa Ngrayudan juga dilaksanakan Posyandu TOGA dimana pada saat pelaksanaan Posyandu, masyarakat yang datang diberikan pengetahuan tentang TOGA dan pemanfaatannya, selain itu di Posyandu tersebut juga dijual produk jamu hasil olahan TOGA. Kegiatan ini bekerjasama dengan Puskesmas Jogorogo sebagai pendamping.
  • Disetiap rumah di Desa Ngrayudan dipasang papan yang berisi nama anggota keluarga serta daftar TOGA dan sayuran yang ada di pekarangan rumah tersebut. Tujuan pemasangan papan TOGA tersebut adalah untuk memudahkan pendataan TOGA yang ada di Desa Ngrayudan serta memudahkan warga dalam pemanfaatan TOGA dimana warga dapat mudah mencari TOGA yang diperlukan apabila di pekarangannya tidak ada.
  • Selanjutnya dalam rangka lebih memasyarakatkan TOGA maka di Desa Ngrayudan nama-nama jalan yang ada di Desa diberi nama dengan nama jenis-jenis TOGA seperti Jalan Jahe, Jalan Kencur dan lain-lain.
  • Untuk menambah semangat masyarakat dalam budidaya TOGA, maka pada tahun 2012 Tim Penggerak PKK Desa Ngrayudan mengadakan Lomba Taman TOGA antar Dusun yang diikuti oleh semua Dusun yang ada di Desa Ngrayudan dengan juara Dusun Gagar.
  • Tim Penggerak PKK Desa Ngrayudan bekerjasama dengan Pemerintah Desa membuat paket wisata TOGA dimana pengunjung akan diajak untuk mengenal TOGA sekaligus menikmati kekayaan dan keindahan alam Desa Ngrayudan. Paket wisata ini dimulai dengan mengunjungi Kebun TOGA untuk mengenalkan TOGA lebih dekat kepada pengunjung mulai dari jenis sampai dengan cara budidayanya. Selanjutnya pengunjung akan diajak mempelajari teori-teori pengolahan TOGA di Sekolah TOGA sehingga dapat dimanfaatkan menjadi obat, dilanjutkan dengan praktek pengolahannya. Setelah dari Sekolah TOGA pengunjung akan diajak ke kolam renang dan bumi perkemahan Selondo untuk menikmati minuman dan makanan hasil olahan TOGA sambil merasakan keindahan dan keramahan alam Ngrayudan.Dari beberapa program dan innovasi terkait pengembangan budidaya TOGA yang dilakukan di Desa Ngrayudan, telah menampakkan hasil sebagai berikut :
    1. Jumlah KK yang memanfaatkan halaman pekarangan untuk TOGA sebanyak 1.649 KK (100 %)
    2. Jumlah KK yang memanfaatkan hasil TOGA untuk kesehatan keluarga sebanyak 1.649 KK (100 %)
    3. Jumlah KK yang memanfaatkan hasil TOGA sebagai industri rumah tangga 193 KK (11,70 %)
    4. Jumlah Industri rumah tangga yang mendapatkan ijin dari Dinas Kesehatan sebanyak 193 industri rumah tangga (100 %)
    5. Jumlah Kelompok masyarakat yang bermitra dengan Pabrik jamu sebanyak 4 kelompok

Comments are closed.

Inovasi


Link Terkait


Video


Gallery


Peta Ngawi

Click to open a larger map